Produk Terbaru


Artikel Terbaru


Tuesday, January 2, 2018

Kamera CP PLUS CP-GC-HD10L2-0360

Nama Produk : Kamera CP Plus 1 MP HDX
Kode Produk : CP-GC-HD10L2-0360
Stock : 5
Kategori : Kamera CCTV
Berat : -
Harga : Rp.175.000,-

Deskripsi Produk Anda

  • STOK TERBATAS!!!
  • Beli 4-5 Rp.150.000,-
  • Beli 1-3 Rp.175.000,-

  • Spesifikasi

  • Image Sensor1 MP HQIS Pro Image Sensor
  • Minimum IlluminationColor (0.1Lux), White and Black (0Lux IR LED On)
  • Shutter Speed1/50(1/60)-1/100000s
  • White BalanceAuto
  • Lens3.6mm
  • AGC ControlAuto
  • S/N Ratio52dB (AGC OFF/BW OFF)
  • Video Streaming720P@25 fps
  • Video Output1.0Vp-p75O
  • ICRsupports
  • IRIR Range of 20 Mtr.
  • No. of IR LEDs24
  • Operating Temperature-10°C~+50°C
  • Power SourceDC12V
  • Power Consumption0.4W(2.5W after IR LED Powered on)
| January 02, 2018 |

Sunday, December 31, 2017

PIR OPTEX RXC-ST

Nama Produk : OPTEX RXC-ST
Kode Produk : RXC-ST
Stock : Ready
Kategori : Sensor
Berat : -
Harga : WA Kami

Deskripsi Produk Anda

commercial
residential
FEATURES
Complies with EN50131-2-2
Digital quad zone logic > more info
Multi angle bracket
Advanced sealed optics
Silent output
Spherical lens design
Advanced temperature compensation logic
DOWNLOAD PDF
RX-40QZ
RX-40QZ
| December 31, 2017 |

DSC GSM Modul GS4005EU

Nama Produk : GSM Modul GS4005EU
Kode Produk : GS4005EU
Stock : 5
Kategori : GSM Modul 
Berat : -
Harga : WA Kami

Deskripsi Produk Anda

  1. Versi 3G.
  2. Versi dengan kabinet (enclosure) dan perlengkapan.
  3. EN50136 disetujui.
  4. Antena.
  5. Pemrograman jarak jauh melalui DLS
  6. Fitur SMS universal (cocok dengan merk berbagai panel alarm). 
  7. 6 terminal yang dapat diprogram (input / output)
  8. Fungsi CiD untuk menyuarakan dan pesan CiD ke pesan SMS.
  9. Port USB untuk pemrograman lokal.
  10. Konektor untuk antena eksternal opsional.
  11. Baterai Li-Ion opsional untuk pengoperasian yang berdiri sendiri selama 6 jam.
| December 31, 2017 |

Panel Alarm Micron Z8020

Nama Produk : Panel Micron Z8020
Kode Produk : Z8020
Stock : Ready
Kategori : Panel Alarm
Berat : -
Harga : WA Kami

Deskripsi Produk Anda

  1. 8 Zone Input.
  2. Programmable fire alarm zone.
  3. Up to 4 keypads.
  4. 24 User Codes.
  5. Mode Chime.
  6. Built-in Digital Communicator.
  7. Arm & Disarm with user code from any touch-tone phone.
  8. 2 Partisi dengan common zone.
  9. Reset smoke detector.
  10. 128 full history event memory.
  11. 3 output yang dapat diprogram.
  12. Line fault monitoring.
  13. Auto arming.
  14. On board real time clock.
  15. www.tukangalarm.com
  16. Night arm zone,

Panel dapat diprogram secara remote dan lokal menggunakan software Microcom II (harus menggunakan alat tambahan). Program bisa menggunakan IC Clone.
| December 31, 2017 |

Thursday, December 14, 2017

Beam OPTEX AX-130TN


Nama Produk : Beam OPTEX AX-130TN
Kode Produk : AX130TN
Stock : Whatsapp kami
Kategori : Sensor
Berat : -
Harga : WA Kami

Deskripsi Produk

Features: 
  • IP65 structure
  • Lightning and surge protection
  • Anti-frost hood cover
  • 99% beam blocking stability
  • A.G.C circuit
  • Adjustable beam interruption time
Power Input: 
10.5 - 28V DC
Alarm Output: 
N.C. 28V DC 0.2A max
Current Consumption: 
38mA max. (Transmitter + Receiver)
Operation Temperature: 
-30ºF - +140ºF (-35ºC - +60ºC) Use the optional heating unit (HU-3) in temperatures of -13°F or colder
Technology: 
Active Infrared
Wiring: 
Wired
Installation: 
Commercial
Residential
Indoor/Outdoor: 
Indoor
Outdoor
Product Type: 
Detector
Zone: 
Approach
Perimeter
Interior
Coverage: 
130' Outdoor
| December 14, 2017 |

Sunday, December 14, 2014

Berbagi Tips Seputar Instalasi Wireless Alarm (Bagian 2)

Tips 2 - Coba dulu sendiri

Supaya nanti tidak "pening kepala", ada baiknya kita (atau teknisi instalasi) mempelajari dulu sendiri paket standar yang akan dipasang. Tidak perlu berlama-lama, cukup dalam 1 – 2 hari saja, karena tujuan kita adalah segera memasang. Sekali lagi di sinilah pentingnya paket standar, dimana dalam waktu relatif singkat, setidaknya kita sudah bisa mengetahui:

1. Merk dan tipe produk.
2. Device apa saja yang termasuk ke dalam paket standar ini.
3. Fungsi dari setiap device.
4. Cara enrollment.
5. Cara menguji sinyal wireless.
6. Penempatan awal dari setiap device.
7. Langkah antisipasi jika terjadi masalah.

Jika termasuk pemula, tidak ada salahnya jika kita mencari referensi dari internet (You Tube), mencari support teknik dari penjual terpercaya, atau bahkan hingga konsul ke pihak factory (jika memungkinkan). Tetapi “mempraktekkannya langsung di atas meja” akan memberikan hasil optimal. Cara mana yang akan ditempuh, silakan. Adapun yang ingin kami sampaikan di sini adalah kita jangan mencoba ini dan itu di rumah customer !  Cobalah dulu di tempat sendiri sampai benar-benar paham, walaupun hanya di atas meja. Setelah siap, barulah kita praktekkan di tempat customer. Jika produknya bagus, niscaya hasilnya akan memuaskan!

Tips 3 – Rencanakan skenario pemasangan


Aspek Planning seringkali terlupakan, padahal -sesuai dengan kaidah POAC- seharusnya ia menempati urutan pertama dalam setiap proses untuk mencapai tujuan. Demikian pula halnya dengan pemasangan wireless alarm. Janganlah terlena oleh jargon “mudah dipasang”, sehingga kita datang ke lokasi tanpa persiapan dan rencana matang. Salah satunya adalah dengan menggambar denah rumah, walaupun hanya sebatas sketsa. Kelak denah ini sangat membantu kita saat troubleshooting

Nah, jika sudah menerapkan Tips 1 dan Tips 2 di atas, sejatinya kita tidak terlalu khawatir, karena device yang akan dipasang hanya sedikit.  Jika boleh, kami ambil wireless alarm merk DSC Alexor sebagai perumpamaan, maka skenarionya globalnya bisa seperti ini:

1. Mulailah dengan meletakkan Control Panel  di ruangan tengah rumah, dekat dengan sumber listrik dan saluran telepon. Panel jangan dipasang dulu.

2. Nyalakan control panel dan lakukanlah enrollment untuk Keypad, Remote Keyfob serta satu Door/Window Contact. Penting: Catat nomor zone dan ESN untuk setiap sensor wireless !

3. Dengan memainkan Door/Window Contact di tangan, lakukanlah Device Test ke setiap sudut rumah, sehingga diketahui apakah di lokasi tersebut sinyal yang diterima termasuk “Good” ataukah “Bad”.

4. Setelah puas, pasanglah Door/Window Contact tersebut di pintu utama atau di pintu keluar masuk rumah. Ini untuk memberi pelajaran kepada customer mengenai sifat Exit/EntryDelay .

5. Pasanglah PIR di ruang tamu, ruang tengah atau bahkan di ruang tidur utama. Inipun untuk memberikan pelajaran mengenai sifat Interior Stay/Away Zone atau Night Zone.

6. Pasanglah Keypad, bisa di ruang tengah, di ruang tidur utama atau di tempat lain selama sinyal wireless di lokasi tersebut termasuk “Good”.

7. Terakhir, aktifkan sistem melalui Remote atau Keypad, kemudian cobalah sistem dengan mentrigger sensornya satu per satu.

(Bersambung)
| December 14, 2014 |

Monday, December 8, 2014

Berbagi Tips Seputar Instalasi Wireless Alarm (Bagian 1)


Kendati secara teoritis wireless alarm terkesan mudah dipasang, namun tak jarang kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Kompleksitas bangunan (baca: rumah tinggal) seringkali memaksa kita berputar otak lebih keras. Namun kali ini bukan pada persoalan jalur kabel, melainkan pada pertanyaan dimanakah sebaiknya kita meletakkan control panel, apakah di ruang tidur, ruang tengah, lantai dasar, lantai atas atau bahkan di garasi atau basement misalnya? Memang pada buku petunjuk pemasangan hanya disebutkan kondisinya saja, yaitu jauh dari objek metal dan sumber frekuensi lain, tetapi dekat dengan sumber listrik dan jalur telepon. Tetapi, lokasi seperti itu tidak selalu didapati di rumah tinggal, sehingga letak panel ini menjadi persoalan utama.

Faktor kedua adalah soal struktur bangunan. Bangunan kelas menegah atas senantiasa memakai material yang kokoh lagi tebal untuk dinding-dinding utamanya. Material seperti ini merupakan musuh bagi sinyal wireless yang tidak seberapa kuat itu. Pernah satu kali ditanyakan pada penulis, bisa menembus berapa tembokkah sinyal wireless alarm itu?  Pertanyaan terbuka seperti ini seringkali ditanyakan, namun sesering itu pulalah kita tidak pernah tahu jawabannya.  Apa sebab? Sebab persoalannya bukan terletak pada jumlah tembok, tetapi lebih ke jalur komunikasi (communication path) antara semua device yang terlibat. 

Faktor ketiga, communication path yang dimaksud di atas ternyata tidak bisa terlihat mata!  Kontras dengan sistem kabel yang bisa dipastikan jalur-jalurnya, sinyal wireless alarm hampir tidak mungkin diketahui lintasannya. Sejujurnya, inilah advantage yang penulis sukai. Artinya, tidak mungkin seseorang “menggunting” sinyal radio seperti halnya ia memotong kabel. Namun, advantage inipun bisa saja menimbulkan problematika tersendiri di lapangan. (Belakangan diketahui, Texecom memiliki software khusus untuk mendeteksi communication path ini pada wireless alarm buatannya!)

Last but not least, adanya jargon “mudah dipasang” hingga istilah "DIY" (do it yourself) menyebabkan aspek perencanaan sebelum instalasi seringkali diabaikan, bahkan tanpa perencanaan sama sekali.  Hal ini baru disadari pada saat kita melakukan pengujian, ternyata didapati sejumlah device yang out of range padahal jaraknya tidak jauh-jauh amat. Bahkan, pada instalasi yang terbilang kompleks, adakalanya kita terpaksa mengurut ulang zone demi zone, karena lupa tidak memberi nomor pada device ketika enrollment. Atau -ini yang paling menakutkan- wireless siren tidak bisa dimatikan dari keypad, karena jarak keypad ke panel atau jarak panel ke siren yang out of range.  Jika sudah demikian, alih-alih mudah dan cepat, instalasi wireless alarm malah menjadi hal yang menjengkelkan.

Nah, berangkat dari problematika lapangan seputar instalasi wireless alarmini, pada serial posting kali ini kami akan berbagi tips bagaimana meminimalkan resiko kesalahan seperti itu. Tujuannya agar instalasi wireless alarm ini benar-benar peace of mind sesuai dengan kaidah teknik yang benar. Barangkali di antara pembaca ada yang ingin berbagi terlebih dulu?  Silakan email kami di tanyaalarm@gmail.com

Baiklah sambil menunggu surat pembaca, kami akan membagi 10 Tips saat kita akan bekerja dengan wireless alarm. Ini kami anggap penting, karena sebagian orang menganggap instalasinya mudah, sehingga hal-hal penting justru terabaikan. Sedangkan sebagian lainnya menganggap sistem alarm wireless ini membuat pening kepala, sehingga ia tidak melirik sama sekali pada sistem ini, kecuali sistem kabel saja. Nah, kami akan mencoba menepis kedua anggapan di atas melalui tips berikut ini.


1.  Mulailah dengan paket standar (starter kit).

2.  Coba dulu sendiri.

3.  Rencanakan skenario pemasangan.

4.  Lakukan test before placed.

5.  Instalasi yang rapi.

6.  Prosedur test yang baik dan benar.

7.  Mencatat tanggal dan data pemasangan.

8.  Informasi yang lengkap ke customer.

9.  Memperkirakan kebutuhan mendatang.

10. After sales service sepenuh hati.


Tips 1 - Mulailah dengan paket standar (starter kit)


Bukan tanpa alasan kami mengatakan ini pada pembaca. Umumnya produk wireless alarm memiliki paket standar yang terdiri dari: Control Panel, Keypad, Remote, satu atau dua Door/Window Contact dan Motion Sensor berupa wireless PIR lengkap dengan baterainya. Keuntungan adanya paket standar ini adalah mempercepat waktu instalasi, sehingga kesan "mudah" akan langsung menancap di benak customer. Selain itu, setelah dibeli, customer merasa diberikan kesempatan untuk mencoba dan menilai sendiri bagaimana mudah dan rapihnya sistem wireless alarm, walaupun masih sederhana. Setelah puas mencoba tanpa ada masalah, kami yakin customer pasti akan menambah sensor di sana-sini, siren outdoor, bahkan hingga module untuk SMS. Kesempatan inilah yang kita tunggu-tunggu, bukan? :)

Mengapa ini kami katakan penting, sehingga menempati Tips pertama, sebab tidak jarang orang yang mempelakukan sistem wireless alarm ini layaknya sistem kabel. Sensor perlu dipasang  disana, disini, di bagian sana atau bagian sini. Akhirnya jumlah sensor wireless yang dipasang jumlahnya bejibun di sana-sini. Kami tidak mengatakan hal ini jelek, karena sampai di sini tampaknya aman-aman saja. Namun di saat terjadi trouble, maka analisanya menjadi sulit, apalagi jika aspek penempatan sensor tidak diperhatikan dari awal (tips untuk ini menyusul). Kesan "mudah" customer seketika itu berubah menjadi kesan "ribet" dan "pening kepala". Inilah yang kami khawatirkan. Jadi, penting bagi kita untuk memulai dari paket standar terlebih dulu. Setelah diketahui sistemnya stabil, aman dan customer-pun merasa nyaman, barulah kita ajukan penawaran tambahan. 

(Bersambung)
| December 08, 2014 |

Sunday, December 7, 2014

IP Alarm? (Bagian 2-Habis)


Melanjutkan bahasan kami bulan lalu, berikut ini adalah contoh menu yang diperoleh ketika kita berhasil mem-browse IP Alarm. Tampilannya boleh dibilang sederhana, bahkan bagi para pengembang web di tanah air boleh jadi tampilan ini terkesan tidak ada apa-apanya.


Namun, hal yang menarik bagi kami adalah ide dasarnya. Perhatikan bahwa pada menu Control di atas, nama Zone bisa kita custom dengan nama sendiri. Ini rasanya cukup menarik bagi user. Tab yang berwarna hijau berarti normal, sedangkan merah menyatakan kondisi aktif atau sedang mengalami trouble. Sekilas menu ini cukup mudah dipahami, bukan?

Contoh lain pada menu Zones di bawah ini, kita bisa mengatur konfigurasi dan sifat masing-masing zone dengan leluasa, tanpa perlu membuka buku program lagi, kecuali untuk memahami arti masing-masing option.



Sebagaimana halnya IP Camera, IP Alarm pun tidak lepas dari menu pengaturan Network. Nah, pada bagian ini kita memerlukan seorang technical support yang memiliki pemahaman mumpuni di bidang jaringan.  Ya, rupanya sudah saatnya sekarang ini teknisi Alarm dan CCTV harus memiliki pemahaman yang baik dalam bidang networking, baik sedikit apalagi banyak.  Tapi untungnya hanya sebatas mempelajari dasar-dasar networking tidaklah sesulit yang dibayangkan. Apalagi sekarang referensinya banyak bertebaran di internet. Tinggal ada kemauan dan waktu untuk mempelajari, maka umumnya orang yang tadinya awampun pada akhirnya bisa.




Adapun bagi end-user rasanya tidak perlu repot mempelajari menu di atas, sebab untuk mengoperasikan panel ini cukup dilakukan melalui gadget kesayangan, umumnya menjelang tidur. Aplikasinya, yaitu Micron Lite, kini sudah tersedia di Google Play dan iTunes untuk diunduh.

Terakhir, seperti telah disinggung sebelumnya prospek IP Alarm ini khususnya di tanah air, tinggal menunggu proses alamiah. Akankah produk sefenomenal ini mengalami nasib sama seperti halnya wireless alarm, yang hingga saat inipun masih ada saja kalangan pelaku bisnis alarm yang menyangsikan performanya?
| December 07, 2014 |

Friday, November 28, 2014

IP Alarm?


Kira-kira apa yang terbayang di benak kita saat mendengar istilah IP Alarm? Apakah panel alarm yang bisa diakses via internet?  Ataukah satu device tambahan berupa module IP yang dipasang dalam box panel? Atau mungkin alarm yang bisa reporting ke IP receiver? Atau terbayang yang lainnya?

Ya, kendati tidak salah-salah amat, namun apa yang disebut di atas rasanya bukan hal aneh lagi saat ini. Contohnya, panel DSC dengan tambahan modul TL-150 ternyata bisa dioperasikan via internet melalui aplikasi pihak ketiga di Google Play. Jadi, kalau hanya itu sih kayaknya sudah biasa.

Demikian pula dengan device tambahan berupa IP module. Itupun sudah umum dijumpai pada hampir setiap merk alarm, diantaranya DSC dan Texecom.

Reporting sinyal alarm via internet pun secara konsep sudah mantap dan peralatannya juga tersedia, tinggal menunggu saja siapa pemainnya yang mau masuk ke segmen ini. Atau malah sudah ada di negara kita.

Lantas, apa dong IP Alarm yang dimaksud?

Baru-baru ini, Micron Security (sebuah perusahaan alarm system dari New Zealand) mengenalkan sebuah panel dengan konsep baru yang mereka namakan Meridian IP Alarm. Kenapa kami sebut konsep baru, karena panel ini sejatinya bisa di-browse langsung via LAN / internet, baik untuk keperluan programming ataupun pengoperasian.  Jadi, teknisi tidak perlu report bolak-balik buku program, sebab panel ini bisa diakses via browser tanpa perlu menginstall aplikasi apa-apa. Mantap gatuh? 

Alhasil, hanya berbekal sebuah laptop, programming zone, delay time, partisi, user code, output dan lain-lain bisa dilakukan dengan cukup mudah.  Produk ini tersedia dalam model 8 dan 16 zone serta bisa di-mixdengan sensor dan remote wireless, sehingga menambah fleksibilitas untuk dikembangkan di kemudian hari. 

O, ya, produk ini boleh jadi merupakan kabar baik bagi kalangan IT yang ingin berkenalanan dengan sistem alarm, tanpa perlu menghafal lokasi programnya via keypad. Cukup dengan mengetik IP address di browser dan voila! muncullah tampilan menu yang bisa diotak-atik langsung secara online. Menarik, ya?  Ada yang lebih menarik lagi, yaitu aplikasi gratis produk ini -namanya Micron Lite- sudah bisa diunduh di Google Play maupun iTunes. Pemakai bisa mengoperasikan alarm ini via gadget, baik berupa smartphone maupun tablet berbasiskan Android maupun iOS.

Oleh karena produk ini terbilang baru - walaupun purwarupa-nya sudah ada semenjak dua tahun lalu! - namun penulis belum bisa memprediksi apakah ia akan cepat diserap market atau malah stagnan alias jalan di tempat. Lagipula belum semua fitur yang penulis coba, sehingga untuk menyimpulkan plus minusnya masih diperlukan waktu, setidaknya sampai awal tahun depan. Namun, kehadiran produk ini rupanya cukup "mengusik" para penggiat alarm, mungkin pembaca adalah salah satu diantaranya.

Bagaimana, penasaran lihat menu-menunya? Insya Allah kami akan postingkan sedikit untuk pembaca.
| November 28, 2014 |

Monday, September 30, 2013

Aplikasi Android Texecom


Salah satu merk panel control alarm yang feature-nya terbilang paling lengkap adalah Texecom buatan Inggris. Bagi sebagian orang merk ini mungkin kurang begitu dikenal dan konon panel ini sulit dipelajari. Programmingnyapun lebih rumit ketimbang merk alarm lainnya, sebut saja misalnya DSC. Pada merk DSC, untuk mendapatkan panel yang siap dioperasikan, kita hanya perlu satu-dua sentuhan saja saat programming. Berbeda dengan Texecom dimana kita perlu menelusuri satu per satu setiap menu yang ada. Dengan demikian, programming melalui keypad akan memerlukan banyak waktu. Inilah rupanya yang menjadi sebab mengapa panel ini terbilang eksklusif, karena tidak setiap teknisi mau melakukannya.

Akan tetapi para engineer Texecom sudah memperhitungkan soal ini, sebab panel yang njlimet tentunya tidak akan laku di pasaran dan bakal "dimusuhi" teknisi. Sebagai solusinya, mereka membuat software khusus untuk programming bernama Wintex. Melalui software ini, programming jadi jauh lebih mudah dan cepat ketimbang memakai cara manual. Menu-menunya terbilang sangat user friendly. Memang, untuk menguasainya kita perlu memahami dulu arti dari istilah yang dipakai. Namun, dalam hal programming via software, kita perlu akui bahwa Texecom sudah jauh meninggalkan kompetitornya. Inilah salah satu kelebihan yang mereka miliki .

Salah satu kelebihan lain adalah hadirnya aplikasi android di Google Play. Walaupun aplikasi semacam ini sudah banyak dimiliki oleh merk lain, namun yang menarik dari Texecom adalah tampilan virtual keypad yang real time, seolah-olah customer sedang membawa keypad alarm rumahnya ke mana-mana. Kami sudah mencoba aplikasi ini dan bekerja dengan sangat perfect. Saking sempurnanya, sampai-sampai kami mengira hingga saat ini belum ada aplikasi alarm merk lain yang bisa menyamainya (atau kami yang ketinggalan!). Penasaran mencoba? Pada posting berikut ini kami akan paparkan khusus untuk pembaca. 

Tetapi berita buruknya adalah seperti halnya aplikasi Android pada alarm DSC, Texecom pun memerlukan satu modul tambahan berupa Com IP module seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

                                                            

Selain itu tidak semua panel Texecom bisa menjalankan aplikasi ini. Panel yang sudah kami coba dengan baik adalah Premier Elite 88 versi 2.09.01 LS1. Sedangkan menurut review salah seorang pemakai aplikasi ini di Google Play, untuk Premier 48 mesti memakai versi 10. Bagi yang sudah memiliki panel Texecom, silakan cek versinya dengan menekan tombol [Menu] [4]. Pada keypad akan tertera versi panel. Di luar versi yang kami sebutkan di atas, aplikasi ini tidak akan bekerja sempurna.

Adapun berita buruk yang terakhir adalah aplikasi ini tidaklah gratis. Di google play terdapat 3 (tiga) aplikasi, yaitu Engineer App, Keypad App dan Smartkey App. Khusus untuk Engineer App yang kami coba, harga aplikasinya ada di kisaran 6 dollar. Walaupun demikian, harganya masih terbilang wajar jika dibandingkan dengan kemudahan yang bakal diperoleh.

Baiklah sekedar pengetahuan, kita tengok susunan peralatannya seperti pada gambar di bawah ini. Siapa tahu pembaca berminat untuk mencobanya sendiri.


Terlihat dari dari gambar di atas, metodenya cukup sederhana, bukan? Kita tinggal memberikan ip address pada panel alarm kita via Com IP module. Setelah terkoneksi secara lokal melalui jaringan wifi, kita bisa memanggil keypad alarm agar tampil di smartphone atau tablet kita. Saat keypad sudah tampil, kita bisa mengoperasikannya langsung layaknya keypad asli. Solusi ini terbilang cerdas, karena sangat memudahkan pengguna. Apalagi access wifi di rumah-rumah saat ini bukanlah merupakan barang baru.

Bagaimanakah dengan access via internet? Mudah saja. Jika sudah familiar dengan access dvr via internet, maka kita tinggal membuka port 10001 pada router untuk ip address panel. Seperti diketahui, 10001 adalah port default panel Texecom. Namun, kita bisa mengubahnya ke angka lain jika mau.

Apakah sudah punya account di no-ip, dyndns atau lainnya untuk access dvr? Jika ya, pakai lagi saja domain name itu untuk mengakses panel dari luar via aplikasi ini, tidak perlu membuat lagi yang baru. Bagaimana, apakah ada sedikit pencerahan? Jika belum silakan ikuti postingan kami selanjutnya. Selamat berkarya!

| September 30, 2013 |
Back to Top